Anandaku, Ini separuh jiwamu dimasa lalu Ini rupa yang kau anggap maling di masamu. Ini rupa yang kau anggap serakah di masamu. Maaf ...... Maaf, Nak! Uyut paham, Sejuta kata maaf tak kan pernah terbayar Kebahagiaan dimasa depan kami renggut Uyut serakah, Nak! Sibatu hitam telah kami bakar habis, Cairan bau busuk namun mudah kami habiskan demi menunggangi si lambo, Binatang binatang menjadi santapan begitu lezat, Pabrik pabrik udara kami potong habis, Habis, habis, habis, Nak! Sengsara..... zamanmu sengsara nak, Pom cairan busuk zamanmu sepi dari keramaian. Kini, Kamu naik onta lagi. Miris, Nak! Sadar.... Kini, Uyut jaga alam Esok, Kutitipkan alam padamu dan Kutitipkan kamu pada Sang pencipta alam semesta (Elis Nurul Huda, 22 September 2017)