Kisah Bunga-Bunga Angsana Lama sudah gadis imut nan cantik itu terdiam di kursi dekat danau, panggil saja Nayla yang sedang menunggu Dimas kekasihnya. Laki-laki tinggi dan manis yang jua tak kunjung tiba. Sambil memandang danau kampus, ingatan-ingatan Nayla tentang hari-hari dengan Dimas berdatangan. Lima tahun sudah Nayla menjalin hubungan dengan Dimas. Menunggu Dimas datang, bukan lagi hal yang baru baginya. Nayla teringat perkataan Dimas Hari itu, "Untuk ke depannya, biar aku yang menunggumu. Laki-laki macam apa aku ini, membiarkan kekasihku yang lucu ini menunggu seorang laki-laki yang sering datang terlambat." Mengingat kalimat itu, Nayla hanya tertawa. Mungkin banyak pasangan yang memaklumi sifat dari setiap pasangannya, walaupun memiliki kekurangan harusnya tetap bisa saling memaklumi bukan?. Menit demi menit telah berlalu, sampai akhirnya Nayla terlelap tidur. Ketika sadar, ternyata sudah ada Dimas disampingnya. "Maafkan aku, lagi-lagi selalu membu...
Komentar
Posting Komentar